Membangun AI setara dengan Zhipu dan model GLM-5.3-Flash-nya yang mengguncang pasar (atau menciptakan model sumber terbuka/open-source) memang keren demi gengsi di papan peringkat, namun kenyataannya: biaya operasionalnya sangat fantastis.
Inilah kenyataan pahit yang sedang dihadapi DeepSeek saat ini. Startup AI asal Hangzhou yang memicu 'momen ChatGPT' di Tiongkok tersebut kini tengah berjuang keras mencari tambahan modal.
Sejauh ini, operasional DeepSeek didanai sepenuhnya oleh High-Flyer Quant, sebuah dana lindung nilai (hedge fund) yang dikelola langsung oleh pendirinya, Liang Wenfeng. Namun, seiring dengan lonjakan kebutuhan infrastruktur AI yang eksponensial (DeepSeek dikabarkan ingin meningkatkan kapasitas daya komputasinya hingga 1 Gigawatt!), dana dari High-Flyer tidak lagi mencukupi.
High-Flyer: Terjepit di Antara Keuntungan IPO dan Badai Saham Chip
High-Flyer adalah perusahaan perdagangan kuantitatif yang sangat piawai menggunakan algoritma untuk mengakuisisi saham pra-IPO perusahaan teknologi keras (hard-tech) Tiongkok.
Mereka membeli saham CXMT, produsen chip memori, yang nilainya melonjak 500 persen saat debut di bursa Shanghai tahun ini saja, sehingga menghasilkan keuntungan besar. Mereka juga memberikan dukungan kepada Unitree Robotics dan DeepSeek.
Masalahnya, pergerakan saham chip sangat fluktuatif bak roller coaster. Saat terjadi aksi jual besar-besaran saham chip AI global pada bulan Juli, delapan dari sembilan produk investasi High-Flyer dikabarkan mengalami kerugian. Pendapatan hedge fund ini pun menjadi tidak stabil.
Oleh karena itu, DeepSeek terpaksa harus "turun gunung" dan mencari pendanaan dari investor luar.
| Sumber Pendanaan | Status Saat Ini | Dampak terhadap Ekosistem DeepSeek |
|---|---|---|
| High-Flyer | Tidak stabil, bergantung pada volatilitas pasar chip global. Tidak lagi menjadi penyandang dana utama untuk biaya server. | — |
| Strategi Investor | Tencent, JD.com, CATL, dll. | Memberikan akses bagi DeepSeek untuk menerapkan AI-nya dalam ekosistem perusahaan-perusahaan raksasa tersebut. |

Putaran Pendanaan Besar & Target IPO pada 2027
DeepSeek dikabarkan akan merampungkan putaran pendanaan kedua (Seri B) senilai 50 miliar yuan (sekitar $7,4 miliar) sebelum akhir Agustus, karena beban biaya operasional sudah terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Jika kesepakatan ini terwujud, valuasi perusahaan akan melonjak hingga angka fantastis $74 miliar.
Investor yang sudah ada, seperti Monolith, Shixiang Capital, dan raksasa baterai CATL, dikabarkan akan menambah investasi mereka. Ada juga kabar bahwa pimpinan produsen cip ChangXin (Zhu Yiming) turut berinvestasi melalui perusahaan ekuitas swasta miliknya. Lantas, apa tujuan akhir dari upaya penggalangan dana besar-besaran ini?
Jawabannya adalah IPO (Penawaran Umum Perdana).
Menurut berbagai laporan, DeepSeek sedang menyiapkan dokumen tahun ini untuk melantai di Shanghai STAR Market (bursa efek Tiongkok yang mirip dengan Nasdaq) pada tahun 2027.
Apakah Era Harga Sangat Murah Sudah Berakhir? Ini adalah perubahan menarik dalam industri yang patut dicermati baik oleh pengembang maupun pengguna.
Disadari atau tidak, DeepSeek baru-baru ini mulai menaikkan harga API mereka. DeepSeek bukanlah satu-satunya; raksasa industri seperti Alibaba, Tencent, dan Baidu juga telah menghentikan strategi "pemangkasan harga" agresif yang mereka terapkan di awal tahun ini.
Mereka mulai menyadari bahwa menyediakan alat AI secara gratis atau dengan harga sangat murah bukanlah model bisnis jangka panjang yang berkelanjutan, mengingat besarnya biaya infrastruktur. Kini, mereka berupaya mencari cara untuk benar-benar menghasilkan keuntungan dari layanan mereka, alih-alih sekadar menghabiskan dana modal ventura. modal.
Jika DeepSeek benar-benar melantai di bursa saham dan menghadapi tekanan dari pemegang saham untuk mencetak laba, apakah mereka masih bersedia memberikan model sumber terbuka (open-source) setingkat DeepSeek V3/V4 kepada kita secara gratis? Bagaimana menurut Anda?
