Lewati ke konten utama
SlashJournalSlashJournal
Beranda
SeriGlosariumTentangKontak
SlashJournalSlashJournal

Catatan produksi tentang sistem terdistribusi, rekayasa antarmuka, dan keputusan teknis yang layak dipahami.

Baca

TulisanSeriGlosariumTentang

Dukungan & legal

KontakDaftar menjadi penulisPrivasiKetentuanCookie
© 2026 SlashJournalRSS feed
Beranda/Karir & Industri Tech/Opini & Analisis Industri/Kiamat Flow State: Saat AI Bikin Koding Jadi Membosankan, Top Engineer OpenAI Pilih Resign Bikin Film
Karir & Industri TechSeri: Opini & Analisis Industri · Bagian 35

Kiamat Flow State: Saat AI Bikin Koding Jadi Membosankan, Top Engineer OpenAI Pilih Resign Bikin Film

Kita selalu panik AI bakal ngerebut kerjaan programmer. Tapi Kasra, mantan engineer inti OpenAI Codex, membuktikan sebaliknya: AI nggak merebut kerjaan lu, tapi merampas kesenangan lu. Profesi developer perlahan berubah jadi "mandor" yang kerjaannya cuma nge-review kode dan memicu migrasi top talent ke dunia seni.

C

Choirul Humam

Penulis & Arsitek

27 Agustus 20264 mnt baca7 pembaca
Kiamat Flow State: Saat AI Bikin Koding Jadi Membosankan, Top Engineer OpenAI Pilih Resign Bikin Film

Sumber visual: Ilustrasi AI Berlabel

Selama beberapa tahun terakhir, narasi yang terus digoreng media adalah: "AI bakal menggantikan programmer! Kiamat koding sudah dekat!"

Tapi realitanya, ada satu efek samping dari ledakan Kecerdasan Buatan yang nyaris nggak pernah dibahas orang, sampai seorang engineer papan atas bernama Kasra Kyanzadeh menampar kita dengan realita: **AI nggak mengeliminasi programmer, AI justru bikin koding jadi membosankan setengah mati.**

Kasra bukan programmer medioker. Dia adalah karyawan ke-4 di Airtable, orang pertama di startup unicorn Watershed, dan baru-baru ini bergabung dengan tim Codex di OpenAI. Dengan resume sebrutal itu, dia tiba-tiba mengumumkan resign dari OpenAI minggu ini.

Alasannya bukan karena OpenAI krisis (dia bahkan menganggap valuasi OpenAI saat ini terlalu diremehkan). Dia cabut karena ingin mencoba peruntungan di industri perfilman. Kenapa? Karena membuat perangkat lunak komersial sudah kehilangan daya tariknya.

Hilangnya Flow State dan Kesepian di Balik Layar

Rasanya beda banget kan, pas lu lagi ngebangun sistem manajemen undangan pernikahan digital yang kompleks. Dulu, lu bener-bener ngerasain nikmatnya ngetik komponen UI satu per satu pakai Tailwind, ngerangkai logika state di TypeScript pelan-pelan, sampai ngatur skema relasi database di Prisma.

Ada kepuasan batin dan flow state (fokus tingkat dewa) yang bikin lu lupa waktu. Kepala lu yang ngebayangin sistemnya, tangan lu yang mewujudkannya.

Sekarang? Agen AI yang nulis hampir semua kodenya.

Menurut Kasra, pergeseran ini membawa tiga dampak mental yang sangat menguras tenaga bagi para developer:

Penderitaan Baru Programmer Era AIPenjelasan Realita Lapangan
Interaksi Manusia MinusKerja bareng rekan setim berkurang drastis karena pair programming sekarang dilakukan bareng robot. Efeknya? Sepi dan burnout.
Kematian *Flow State*Lu nggak lagi masuk ke zona fokus mendalam. Kerjaannya cuma gonta-ganti konteks (context switching) dari satu baris tugas ke tugas lain yang dikerjain Agen AI.
Berubah Jadi "Mandor" KodeLu nggak lagi nyiptain barang. Waktu lu abis buat ngelototin hasil generate AI, nge-review kode (Code Review), dan nebak-nebak kompleksitas sistem.
Kiamat Flow State: Saat AI Bikin Koding Jadi Membosankan, Top Engineer OpenAI Pilih Resign Bikin Film
Gambar 1: Ilustrasi seorang programmer yang tampak lelah saat menghadapi blok kode hasil generasi AI yang sangat panjang pada monitor. Visual ini menggambarkan tantangan developer dalam memahami, meninjau, dan mengelola kode yang dibuat oleh AI.

💻 Dari "Kreator" Menjadi "Pengawas Proyek"

Daya tarik utama software engineering selama puluhan tahun adalah memfasilitasi orang-orang terpintar dan paling kreatif di dunia untuk menciptakan keajaiban dari nol.

Namun, perhatikan bagaimana paradigma kerja kita telah bergeser:

1
2
3
4
5
6
7
// Programmer mikir keras nyusun logika algoritma dari nol.
function calculateComplexSystem() {
// Buka dokumentasi, mikir 2 jam, nyusun array dan loop yang elegan.
// Rasanya bangga banget pas kodenya berhasil jalan tanpa error!
let result = tryHardToBuildThis();
return result;
}
ERA KREATOR • 7 barisGunakan Shift+Scroll untuk scroll horizontal

Workflow kita perlahan berubah, dan ini yang bikin orang-orang kreatif seperti Kasra muak:

Diagram Arsitektur (Mermaid)
Merender diagram arsitektur...

Seniman Suhu Rendah dan Pelarian ke Dunia Seni

Keputusan Kasra untuk beralih ke film mengonfirmasi sebuah tren aneh. Makin banyak engineer papan atas yang meninggalkan perangkat lunak komersial dan beralih ke ranah seni, pembuatan hardware, atau riset murni. Mereka mencari tempat baru di mana mereka bisa menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri.

Fenomena ini mengingatkan kita pada analogi "Peradaban Seniman Suhu Rendah" di novel fiksi ilmiah The Three-Body Problem karya Liu Cixin. Ketika sebuah peradaban sudah terlalu maju dan mesin bisa melakukan semua hal praktis, orang-orang geniusnya hanya punya satu tujuan hidup yang tersisa: mengejar kreasi seni.

Umat manusia menghabiskan puluhan tahun bikin mesin yang bisa nulis kode. Tapi begitu mesinnya benar-benar jago, programmer terbaik kita malah sadar: ternyata yang bikin mereka bahagia dari dulu bukanlah sekadar membuat aplikasi komersial, melainkan sensasi kepuasan menciptakannya secara mandiri.

Produktvitas software ke depannya bakal meledak tajam, tapi profesi ini perlahan kehilangan jiwanya. Kalau 5 tahun lagi AI udah bisa nge-handle seluruh logika infrastruktur backend dan frontend lu, apakah lu bakal tetap stay jadi programmer, atau ikutan banting setir jualan kopi dan bikin film?

Kata Kunci:#kasra kyanzadeh openai#ai coding membosankan#masa depan programmer#developer resign#ai agent coding#masa depan software engineering#openai codex

Sumber

  1. [1]X @kasrak

Apresiasi & Reaksi Pembaca

Klik untuk memberikan apresiasi
Bab SebelumnyaRahasia Fitur Suara OpenAI: Kenapa Manajemen Nekat Mendanai Proyek "Mustahil"?

Catatan Mingguan

Bawa naskah baru ke inbox Anda.

Satu email berkala saat naskah baru terbit. Tanpa spam, tanpa promosi kosong.

Fokus minat:

Diskusi & Catatan Teknis (0)

Login diperlukan
Masuk untuk mengirim catatan arsitektur
Markdown format didukung

Daftar Isi

Hilangnya *Flow State* dan Kesepian di Balik Layar💻 Dari "Kreator" Menjadi "Pengawas Proyek"Seniman Suhu Rendah dan Pelarian ke Dunia Seni
C

Choirul Humam

Penulis & Arsitek

Menulis panduan arsitektur perangkat lunak dengan fokus pada keandalan sistem dan kesederhanaan desain.

Profil Lengkap →
Ruang iklan manual SlashJournal
Pasang Iklan Terkurasi

Indeks bacaan

Eksplorasi berikutnya

Lanjutkan dari konteks tulisan ini, pembahasan terbaru, atau naskah yang paling banyak dibaca.

Rekomendasi

  1. Kultur Tech & Inovasi AIRahasia Fitur Suara OpenAI: Kenapa Manajemen Nekat Mendanai Proyek "Mustahil"?25 Agustus 2026
  2. Karir & Industri TechDibayar Rp 5 Miliar Setahun: OpenAI Buru Engineer Siber untuk Redam Bahaya AI24 Agustus 2026
  3. Gadget & Perangkat KerasiOS 27 Rombak Habis Mail & Messages: Siri AI Akhirnya Pinter Beneran!27 Agustus 2026

Sedang trending

  1. Kecerdasan Buatan & KeamananMembongkar Rahasia Watermark Claude: Bagaimana Anthropic Menyisipkan Jejak Gaib di Teks AI?499 pembaca
  2. Keamanan Siber & Industri GamePetaka Data Rockstar: Hacker Bobol GTA VI Demi Protes "Kiamat Kaset Fisik"149 pembaca
  3. Hardware & AI InfrastructureApple Menggila! Mac Studio M5 Ultra Tembus 512GB RAM, Solusi "Ternak" LLM Lokal70 pembaca

Terpopuler

  1. 01Strategi Bisnis & AISejarah Baru: Model AI Terkuat Anthropic (Fable 5) Mulai Ditinggalkan Perusahaan. Kenapa?66 pembaca
  2. 02Strategi Bisnis & AIElon Musk Ngaku Kalah dari Anthropic, Langsung "Bakar" $60 Miliar Buat Beli Cursor!46 pembaca
  3. 03Kecerdasan Buatan & PemrogramanOx Alpha Terungkap: Model "Siluman" Zhipu yang Babat 42 Triliun Token dalam 6 Hari di Opencode!26 pembaca